Karena Cinta

Ketika Ibrahim a.s merasakan cinta, api menjadi dingin hingga beliau selamat. Laut menjadi terbelah bagi Musa Al-Kalim a.s. ketika cinta merasuk dalam jiwanya. Begitu pula ketika Muhammad dengan cinta menjadi Rasul penghujung, pohon kurma pun bersuara berdenging padanya dan rembulan pun menjadi terbelah. Bagi seorang pencinta, siksaan adalah nikmat dan mati syahid adalah persaksian, karena dia mencintai-Nya

Incoming search terms for the article:

If you enjoyed this post, make sure you subscribe to my RSS feed!

Indonesia Furniture Handicraft Wholesale Marketplace


Leave a Reply

CommentLuv Enabled