Recruitment adalah perekrutan kader-kader baru ke dalam organisasi, biasanya dilakukan dengan 2 cara, yaitu Open Recruitment dan Close Recruitment. Di Shalahuddin recruitment dilakukan di sepanjang hari selama kepengurusan berlangsung. Untuk Close Recruitment seluruh kader bertanggungjawab untuk terus melakukan recruitment ini. Open recruitment dilakukan pada moment-moment tertentu, seperti di awal kepengurusan, awal tahun ajaran baru (akademik) dan di event-event besar seperti Ramadhan dan Idul Adha.
Open Recrutment atau perekrutan terbuka, panitia membuat publikasi adanya Open recruitment dan siap menanti setiap orang yang tertarik untuk sekedar bertanya atau bahkan yang mau bergabung. Open Recruitment paling efektif ketika mengiringi sebuah kegiatan besar, sehingga kader yang baru bergbung bisa langsung meleburkan dirinya kedalam organisasi dengan aktif dalam kegiatan tersebut.

Close Recruitment atau perekruta tertutup, biasanya dilakukan kapada kerabat atau teman yang sudah dikenal terlebih dahulu sebelumnya, biasanya hasil close rekruitment ini lebih berkualitas, dan kader yang bergabung lebih loyal. Diperlukan teknik lobi yang baik dalam close rekruitment ini, untuk meyakinkan kader yang akan direkrut tersebut.

Selanjutnya, setelah diumumkan bahwa adanya Open recruitment atau setelah dilakukan close recruitment, maka seseorang yang tertarik akan datang ke sekretariat untuk mendapatkan info lebih lanjut, lalu akan ada formulir yang harus diisi, ini untuk urusan pendataan dan administrasi. Selanjutnya kader yang baru mendaftar akan diserahkan kepada bagian kaderisasi untuk mendapatkan panduan awal dalam organisasi tersebut, sekaligus melakukan pemetaan pos-pos yang paling sesuai dengan dirinya. Setelah dari bagian kaderisasi, selanjutnya kader diserahkan kepada bidang/departemen untuk kemudian mengikut kegiatan-kegiatan organisasi selanjutnya

Tips Recruitment

  • Publikasi merupakan elemen penting, dan harusdipersiapkan dengan baik terutama untuk Open Recruitment, sehingga recruitment bisa dirasakan semua pihak.
  • Sediakan orang-orang khusus yang siap selalu menjadi pusat informasi organisasi, bisa melalui contact-person ataupun bisa tetap standby di sekretariat. Pada event2 tertentu bisa membuat stand khusus ditempat yang ramai untuk keperluan informasi dan recruitment ini.
  • Maksimalkan fungsi pendataan, untuk memudahkan urusan selanjutnya, data-data ini akan sangat dibutuhkan nantinya.
  • Fungsi kaderisasi sangat diperlukan pada tahap awal kader bergabung, pendampingan yang maksimal sangat dibutuhkan.

(Serial Kaderisasi edisi I, tulisan ringan tentang kaderisasi, nantikan terus serial kaderisasi lainnya di blog ini )