Kaderisasi bisa juga diartikan sebagai usaha meng-create kader, harapan mendapatkan kader-kader yang bermutu untuk mensukseskan tujuan bersama kita. Bak permainan “The Sims” maupun “Tamagochi” dikala muda kecil dulu, maka proses kaderisasipun menjalani fase-fase yang cukup panjang, butuh ketelatenan dan konsentrasi penuh untuk mendapatkan hasil yang maksimal.
Fase-fase kaderisasi dalam sebuah organisasi dimulai dari sebuah Rekruitment hingga Pemetaan pada ujungnya, berisi berbagai fungsi-fungsi kaderisasi yang perlu mendapatkan perhatian sendiri.
Serial Kaderisasi berusaha untuk menyuguhkan pemahaman mendasar tentang proses-proses kaderisasi itu, ini hanya sebuah catatan ringan seberkas pengalaman dari seorang mantan pengkader sebuah “Organisasi Dakwah.” Tidak banyak dan mendalam hanya sedikit pengantar ditambah tips-tips teknis dilapangan.
Setelah memulai dengan 2 seri sebelumnya yang berjudul “Rekruitment” dan “Pemetaan” proses kaderisasi berikutnya yang akan dibahas adalah sebagai berikut :
- Penjagaan (dari segala sisi, fikriyah, jasadiyah, rukhiyah maupun akademik)
- Pemberdayaan (pendelegasian, penugasan, learning by doing)
- Pemantauan (perkembangan, kinerja, kapabilitas
- Pembinaan (asupan materi rutin)
- Pelatihan (Training)
Untuk keterangan lengkap setiap fungsi dapat dilihat langsung di artikel yang bersangkutan, yang InsyaAllah akan rutin di update setiap hari kamis setiap minggunya.
Semoga tulisan-tulisan kecil ini nantinya dapat memberi informasi yang berguna bagi setiap pembacanya, terutama orang-orang yang mungkin saat ini sedang terlibat di bidang tersebut, atau bisa juga para akademisi dan praktisi yang tertarik dengan bidang kaderisasi atau bahasa kerennya Human Resource Development (HRD).
Ruang diskusi selalu terbuka (comment di blog ini tanpa moderasi) terutama diskusi yang berkaitan dengan masalah yang disuguhkan, bukan ahli HRD maupun manajemen, jadi jangan terlalu banyak nanya, dan tentunya bukan tempat konsultasi yang tepat, tapi sekedar sharing, Kenapa tidak?
Related Post









3 Users Responded in " Men”Create” Kader "
Hanya ingin menambahkan…
Sebenarnya menurut saya kader tidak pernah dapat “diciptakan”.
Penciptaan sesungguhnya hanyalah dapat dilakukan oleh Yang Maha Kuasa. Pengartian yang lebih tepat untuk kaderisasi menurut saya adalah proses pembekalan, pengayaan, pemberian pengalaman dan bekal agar nantinya seseorang dapat menggantikan kita. Akan tetapi, kita tidak mungkin dapat memaksakan kehendak seseorang agar menjadi kader kita karena manusia bukanlah benda mati yang dapat di”ciptakan”, namun dapat “diarahkan”.
Maaf kalau ada salah kata…
Komen tadi hanya berdasarkan pengalaman pada saat bertugas sebagai koordinator SC PPAM di FTUI. Saya juga sempat mendesain sistem pengkaderan di FTUI pada saat masih tergabung dalam MPM FTUI…
Best Regard,
Arif Amrizal
yup..!
sepakat deh ama mas arif…
maksud menciptakan adalah adalah sama halnya seperti mencipta sebuah lagu, sebuah tulisan atau buku. Ato seperti para peneliti yang kita faham bersama tidak ingin melebihi kekuasaan Yang Maha Pencipta.
salam kenal yak, dari LDK UGM
assalamu’alaikum wr.wb.
kalo boleh aku ingin diskusi lebih banyak tentang kaderisasi karena saat ini saya dapat amanah dari organisasi saya”forum putra daerah peduli pendidikan(FPDP2)” yang baru lahir untuk menyusun buku pedoman kaderisasi.
Mohon siapapun yang mungkin ingin berbagi pengalaman ttg kaderisasi memberikan alamat email atau telephone yang bisa dihubungi. ini alamat email saya : fpdp2_basori@yahoo.co.id. terimakasih sebelumnya.
wassalamu’alaikum Wr.Wb
Leave A Reply Here